Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

caper | catatan perjalanan rach
 

 

 

 
 
 

 


Google


chat dengan rach

 

 






 

 

 

 

 


.:: DUADORANGGURU ::.


 

Pernah kita menyadari bahwa dalam hidup ini kita dikelilingi oleh dua orang guru? Jika guru adalah orang yang selalu memberi pelajaran “lakukan yang ini” atau “jauhi yang seperti ini” dengan perbuatannya, maka dua orang guru itu adalah orang baik dan orang buruk.

Orang baik adalah guru yang selalu mengajarkan kita kebaikan, langsung maupun tidak, diminta maupun dengan inisiatif sendiri. Dengan perbuatan mulianya, dia seolah-olah berkata kepada kita: “lakukan yang ini.” Begitu pula dengan orang buruk, yang memberikan pelajaran kepada kita tentang keburukan. Langsung maupun tidak, diminta atau dengan niatnya sendiri, dengan perbuatan buruknya itu orang buruk sesungguhnya sedang berkata kepada kita: “jangan lakukan yang ini.”

Dua orang guru itu juga telah menunjukkan kepada kita risiko yang mereka tanggung akibat perbuatan mereka. Orang baik memperlihatkan bahwa berbuat baik itu pahit, meski buahnya terasa manis. Sebaliknya orang buruk menunjukkan bahwa berbuat buruk itu manis, meski buahnya pahit.

Orang baik akhirnya berkata, “ikuti saya” setelah ia sendiri merasakan buah dari perbuatan baiknya (hatinya menjadi tenang). Sementara orang buruk akhirnya berkata, “tinggalkan saya” setelah ia sendiri merasakan akibat dari perbuatan buruknya (hatinya menjadi gelisah). Dua perkataan yang berbeda ini sesungguhnya berasal dari risiko yang diambil oleh mereka.

Orang baik sesunggunya ingin menjadi orang buruk, tetapi dia tidak mau (karena melihat risiko yang harus ditanggung). Begitu juga orang buruk, sesungguhnya ingin menjadi orang baik, tetapi dia tidak mau (karena risiko rasa tenang harus ditempuh dengan perjuangan yang berat).

Sebagai murid, kita sesungguhnya diuntungkan oleh keadaan ini. Kita tak perlu susah berpikir bagaimana caranya berbuat baik dan risiko yang harus kita tanggung akibat perbuatan itu, sebagaimana kita tak perlu susah berpikir bagaimana caranya berbuat buruk dan risiko yang harus kita tanggung akibat perbuatan itu, karena kedua-duanya sudah dicontohkan oleh kedua orang guru. Kalau berbuat baik akhirnya mendatangkan rasa tenang, sebagaimana berbuat buruk yang mendatangkan rasa gelisah, kita akhirnya tahu bahwa dua orang guru itu pada hakikatnya adalah dua kekuatan besar yang terus-menerus menghadang kita dalam kehidupan ini. Dan, yang mereka inginkan dari kita cuma satu: memilih. Sekali memilih, baik atau buruk, risiko itu ditanggung oleh kita, muridnya.


 

 

Sumber:

majalah Annida, entah edisi kapan!

 

 

POST A COMENT | VIEW COMMENT

 

 
 

.:: HOME | TENTANGRACH | GERENTESHATE | COCORETAN | KATABIJAK | NASHEED | ALBUM | BUKUTAMU ::.


 

 

 copyright © rach2006 | all right reserved