Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

caper | catatan perjalanan rach
 

 

 

 
 
 

 

Google



KapanLagi.com Trailer


 



 

 

 

 

 

 


.:: NASIHAT ::.


 

Saudaraku...

Kau datang dari tiada, datang hanya singgah sementara, untuk mempersipakan diri menuju kehidupan abadi. tujuanmu bukan disini, bukan untuk bermegah diri dan bersusah-susah memperkaya diri. Dunia ini bukan tempat tinggal sebenarnya, dunia ini hanya untuk mempersiapkan bekal. bekal yang akan kau bawa pulang ke negeri asalmu, mau atau tidak, kau pasti akan dipaksa untuk meneruskan perjalananmu

 

Saudaraku...

Mati bukanlah berakhirnya hidup, mati adalah berpindahnya alam yang kita tinggali. mati adalah pintu yang paling tipis, yang membatasi dunia dan akhiratmu. Sedikit saja kau terpeleset, boleh jadi kau tersungkur menabrak pintu itu, setelah kau mati barulah kau sadar.

 

Wahai saudaraku...

yang ingin selamat di akhirat nanti. siapkan dirimu untuk menghadapi kehidupan yang dahsyat itu. jangan kau abaikan keselamatanmu yang sesungguhnya

 

Saudaraku...

Di dunia ini banyak sekali contoh perjalanan manusia yang bisa kau ambil sebagai perbandingan menempuh perjalanan di akhirat nanti. kau perhatikan itu yang terlunta-lunta ditengah jalan kehidupan. Kau amati itu, mereka yang kepayahan mencari kesenangan. Kau tanyakan kepada mereka yang pernah menderita karena mengejar harta. Kau tanyakan kepada mereka yang pernah sengsara. Bahkan kau bisa belajar dari perjalanan hidupmu sendiri.

 

Kau amati terus wahai saudaraku...

orang yang menderita kelaparan berbulan-bulan. Kau perhatikan itu, mereka yang yang mengungsi untuk menyelamatkan diri.

 

Kau juga boleh bertanya. Mengapa setiap orang yang baru kembali dari perjalanan, suka ingin menceritakan suka duka perjalanan yang baru dialami. Atau kalau ada orang yang melakukan suatu perjalanan, pasti dia akan bertanya kepada orang lain yang sudah melakukan perjalanan itu. Dia ingin mengetahui bagaimana kiranya suka duka perjalanan yang akan ditempuh ini, apa saja persiapan-persiapan yang harus dibawa agar tidak kesulitan dalam perjalanan.

 

Atau setiap orang yang akan menempuh perjalan panjang, apalagi perjalanan itu akan ditempuh berbulan-bulan, sudah pasti dia mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya. Dia tidak ingin kehabisan bekal, dia tidak ingin menderita dalam perjalanan, dia tidak ingin kehausan dan kelaparan, dia tidak ingin terlunta-lunta dinegeri orang.

 

Saudaraku...

Pernahkah engkau mendengar orang bertanya tentang kehidupan abadi di akhirat? bukankah kehidupan itu diceritakan langsung oleh pemiliknya?

 

Wahai engkau saudaraku yang memiliki rasa. Wahai engkau yang berakal. Wahai engkau saudaraku yang tidak ingin menderita dalam kehidupan di akhirat. Wahai engkau saudaraku yang tidak ingin menyesal dalam penyesalan yang tidak pernah berkesudahan

 

Bagaimanapun sengsaranya perjalanan di dunia ini. Betapapun sulitnya hidup ini, masih ada tempat untuk mencari perlindungan, masih ada jalan keluar dari segala kesulitan dan masih banyak pohon yang tumbuh. Banyak buah-buahan yang bisa dimkan. Banyak air yang bisa diminum. Banyak kebutuhan kita yang tersedia dimana-mana.

 

Kalau kehabisan bekal, ada kawan yang bisa membantu. Kalau ada musibah ada saudara yang bisa menolong. Kalau ada yang menderita sakit ada ada obat sebagai penawar dan ada keluarga sebagai penghibur. Kalau lemah tak berdaya, kalau sakit semakin parah, akan ada kendaraan yang membawa kerumah sakit.

 

Wahai saudaraku yang pernah menderita dalam hidup ini, wahai saudaraku yang pernah kelaparan, Wahai saudaraku yang pernah meraung-raung kesakitan, Wahai saudaraku yang pernah terlunta-lunta sepanjang hari

 

Betapapun sakitnya di dunia ini, masih belum seberapa bila dibandingkan dengan kesengsaraan akhirat

 

Mengapa saudaraku, berbulan-bulan engkau hanya mempersiapkan bekal untuk dunia saja? Mengapa engkau lupakan yang akan kau bawa untuk akhiratmu nan abadi? bukan sejuta tahun, bukan pula satu triliun tahun, melainkan dalam waktu yang tak terbatas

 

Renungkan ini wahai saudaraku...

hidupmu hanya sebentar, berapapun lamanya kau tidak abadi di dunia ini, kau pasti akan meneruskan perjalananmu menuju "kampung abadi"

 

Kesana...,

 

Keakhirat, itulah tujuan kita semua

 

Alangkah ruginya hidupmu, kalau kalau kau tidak memikirkan ini. Alangkah menyesalnya nanti, kalau kau tidak memanfaatkan hidupmu untuk mempersiapkan bekal yang akan kau bawa dalam menempuh perjalanan menuju kehidupan abadimu. Alangkah sengsaranya nanti, kalau kau abaikan keselamatanmu yang sesungguhnya. kaua akan menangis dalam tangisan yang berkepanjangan, kau akan menyesal dalam penyesalan yang tak berkesudahan.

 

Manfaatkan hidupmu yang singkat ini untuk berbuat kebajikan! tidak lama kau beramal, tidak juga susah kau berbakti, tidak pula rugi kau dalam ibadah.

 

Kalaupun tujuh puluh tahun kau menderita karena ibadah, biarlah menderita, tapi kau akan merasakan nikmat abadi setelah matimu. Kau tidak akan menyesal. Kau malah akan berkata, biar seribu tahun aku menderita di dunia karena mengharapkan ridha ALLAH, sungguh semuanya tidak berarti apa-apa dibanding dengan kesengsaraan akhirat.

 

Saudaraku...

Berulang-ulang dibakar di dunia ini dalam waktu sehari saja, adalah siksa yang mengerikan, siksa yang menakutkan, apa lagi dibakar berulang-ulang dalam api yang tiada akhir

 

 

 

 

***

26 Pebruari 2008

Untuk diriku dan dirimu yang terlupa, renungkanlah!


 

POST A COMMENT | VIEW COMMENT

 

 
 

.:: HOME | TENTANGRACH | GERENTESHATE | COCORETAN | KATABIJAK | NASHEED | ALBUM | BUKUTAMU ::.


 

 

                                     copyright © rach2006 | all right reserved