|

.:: MAAFKANAKUKAWAN
II
::.
Dua orang sahabat karib sedang
berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka
bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena
tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia
menulis di atas pasir "HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU"
Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka
memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka
hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil
diselamatkan oleh sahabatnya.
Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis
di sebuah batu "HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU".
Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa
setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan
sekarang kamu menulis di batu?" Temannya sambil tersenyum menjawab,
"Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas
pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan
tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus
memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup
angin"
***
"Tiga hal di antara akhlak ahli
surga adalah memaafkan orang yang telah menganiayamu, memberi kepada
orang yang mengharamkanmu, dan berbuat baik kepada orang yang
berbuat buruk kepadamu" -Rasulullah SAW.
****
Kawan...
Mungkin Aku (+segala keegoanku) pernah menyakiti hatimu
dan kau tidak membalas, dan mungkin juga kau menyakiti hatiku karena
aku pernah menyakitimu. Namun dengan ijin-Nya aku berusaha
memaafkanmu. tapi yang aku takutkan adalah kalian tidak mau
memaafkanku.
Sungguh, kawan,...
dosa-dosaku kepada Tuhanku
telah menghimpit kedua sisi tulang rusukku hingga menyesakkan dada.
Kawan,...
jika kalian tidak sanggup mendoakan aku agar aku
'ada' di hadapan-Nya, maka ikhlaskan segala kesalahan-kesalahanku.
Tolong jangan kau tambahkan kehinaan pada diriku dengan mengadukan
kepada Tuhan bahwa aku telah menyakiti hatimu.
Kawan...
Selamat hari raya idul fitri ya...
Semoga kita bisa menjadi pribadi yang
suci,
pribadi yang tetap istiqomah dalam
menjalankan amalan Ramadhah di bulan-bulan berikutnya, Amin.
***
Gunung halu, 14 oktober
2007
Masih dalam suasana
hari yang fitri
POST A COMENT | VIEW COMMENT
|