|

.:: RENUNGANAWALTAHUN
::.
Begitu manusia lahir di dunia
secara normal, baik fisik maupun dari hasil proses pernikahannya,
tak ada manusia di sekelilingnya yang tidak senang dan gembira.
Semua menyambutnya dengan suka ria. Tetangga, kerabat, dan famili
mengucapkan selamat. Ayah dan ibunya memelihara dengan penuh kasih
sayang. Siang dan malam memperhatikan pertumbuhannya.
Tak terasa sampailah pada usia
dewasa mengenal kehidupan dunia. Sungguh indah, bumi dipenuhi
manusia beraneka suku, bangsa, dan ras, dihiasi tumbuh-tumbuhan yang
berbunga dan berbuah. Beraneka ragam warna-warninya. Juga dilengkapi
dataran tinggi dan rendah. Langit pun dihiasi bintang-bintang yang
gemerlap, sinar rembulan yang menambah keindahan hidup. Sinar
matahari pun menyebar di bumi menyempurnakan kehidupan manusia.
Semuanya diatur sempurna oleh Yang Mahasempurna.
Manusia normal, baik yang miskin maupun yang kaya,
rasanya tidak mau berpisah dengan kehidupan dunia. Barangkali karena
pesona hiasan dan keindahannya. Apalagi jika dianugerahi keturunan
dan harta kekayaan, lupa akan kehidupan sesudahnya.
Namun manusia kerapkali tidak menyadari bahwa
kehidupan dunia hanya merupakan transit dari kehidupan alam rahim ke
alam sesudahnya, yaitu alam barzah dan akhirat. Banyak manusia yang
terlena dalam kehidupan dunia, karena memang kehidupan dunia
merupakan perhiasan dalam permainan. Tidak sedikit manusia asyik
dengan kehidupan dunia.
Padahal kehidupan dunia pada hakikatnya sangat
singkat, seperti halnya yang telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam
firman-Nya Surat Alkahfi ayat 45-46,
Dan buatlah perumpamaan bagi
mereka! Perumpamaan kehidupan dunia bagaikan air hujan yang Kami
turunkan dari langit. Maka bercampurlah dengan air, tumbuh-tumbuhan
bumi dan menjadi subur karenanya. Kemudian tumbuh-tumbuhan menjadi
kering terserap angin dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Harta
dan anak-anak adalah hiasan kehidupan dunia. Dan amal-amal yang
kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta
sebaik-baik harapan.
Jika kita gunakan akal kita
untuk berpikir tentang kehidupan dunia, maka betapa singkatnya,
bagaikan air turun dari langit jatuh ke bumi. Air menumbuhkan
tumbuh-tumbuhan dan tumbuhan dalam masa tertentu kering terserap
angin, maka rusaklah tumbuh-tumbuhan. Di manakah hakikat air yang
jatuh? Itulah gambaran kehidupan dunia.
Allah menjelaskan bahwa amal perbuatan yang kekal
lagi saleh itu lebih baik pahalanya di sisi-Nya serta sebaik-baik
harapan untuk masa depan di akhirat.
Maka di awal tahun ini, mari kita tekadkan diri untuk
menggunakan sisa umur kita dengan sebaik-baiknya. Karena kita tak
tahu, apakah masih bisa menyaksikan pergantian tahun di akhir
Desember mendatang.
***
01 Januari
2008
01: 03 AM
POST A COMENT | VIEW COMMENT
|