 Kapanlagi.com Bola


|
























































































































































































































































































































































































































































































































































|

.:: (BER)SYUKUR=(BER)BAHAGIA
::.
Hari ini
saya melihat (beberapa) manusia penuh harapan dan (banyak) yang
lainnya sedang bersedih atau kesal atau bingung atau stress, atau
bahkan ada yang tidak tahu apa sesungguhnya yang mereka rasakan,
yang jelas jangankan bahagia, senang sesaat saja sepertinya tidak
pernah mampir padanya.
Diantara mereka ada yang bertanya dengan nada mengeluh kepada saya
”gimana ya, hidup saya rasanya begini-begini aja, monoton?!” ada
juga yang bertanya ”kenapa hidup ini terasa hampa, rasanya gelisah
terus, sebenarnya apa yang terjadi dengan saya?!” kemudian ada juga
yang bertanya ”Kenapa Saya selalu merasa kesepian, boring, BT?!”,
dll.
Padahal mereka yang bertanya demikian sebenarnya bukan orang
biasa-biasa, mereka punya banyak teman, keluarga mereka masih utuh,
keadaan ekonomi yang cukup (menurut pandangan saya), bisa dibilang
mereka hampir punya segalanya (sekali lagi ini menurut pandangan
saya)
Ada beberapa kisah, yang mungkin bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan
diatas, silahkan diresapi dan difahami hikmah dibalik kisah berikut;
Kisah menarik 1#
Begitu memasuki mobil mewahnya, seorang
direktur bertanya pada supir pribadinya, "Bagaimana kira-kira cuaca
hari ini?" Si supir menjawab, "Cuaca hari ini adalah cuaca yang saya
sukai." Merasa penasaran dengan jawaban tersebut, direktur ini
bertanya lagi, "Bagaimana kamu bisa begitu yakin?" Supirnya menjawab,
"Begini, pak, saya sudah belajar bahwa saya tak selalu mendapatkan
apa yang saya sukai, karena itu saya selalu menyukai apapun yang
saya dapatkan."
Jawaban singkat tadi merupakan wujud perasaan syukur. Syukur
merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan
senantiasa diliputi rasa damai, tenteram, dan bahagia. Sebaliknya,
perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan
selalu merasa kurang dan tak bahagia.
Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. Pertama, kita
sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa
yang kita miliki. Katakanlah Anda sudah memiliki sebuah rumah,
kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang baik. Tapi Anda masih
merasa kurang.
Pikiran Anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu
terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta
pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan
itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya,
walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan
sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi,
betapapun banyaknya harta yang kita miliki kita tak pernah menjadi "kaya"
dalam arti yang sesungguhnya.
Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang "kaya". Orang yang
"kaya" bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang
dapat menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja
kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar
perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan
berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di
sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda
akan merasakan nikmatnya hidup. Pusatkanlah perhatian Anda pada
sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda.
Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.
Seorang pengarang pernah mengatakan, "Menikahlah dengan orang yang
Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi." Ini
perwujudan rasa syukur.
Kisah menarik
2#
Ada seorang kakek yang mengeluh karena tak
dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore
ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat
itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.
Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah
kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain.
Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu
ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih
percaya diri, dan lebih kaya dari kita. Rumput tetangga memang
sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri.
Kisah menarik
3#
Ada dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien
pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, "Lulu, Lulu."
Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi
orang ini. Si dokter menjawab, "Orang ini jadi gila setelah cintanya
ditolak oleh Lulu." Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat
sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan
kepalanya di tembok dan berteriak, "Lulu, Lulu". "Orang ini juga
punya masalah dengan Lulu?" tanyanya keheranan. Dokter kemudian
menjawab, "Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu."
Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita
miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.
Kisah menarik
4#
Seorang pria dan kekasihnya menikah dan
acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga
mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut.
Suatu acara yang luar biasa mengesankan.
Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang,
aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana
memperkuat tali pernikahan" katanya sambil menyodorkan majalah
tersebut.
"Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai
dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah
hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih
bahagia....."
Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya
yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika
pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut
untuk kebaikkan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk
berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka
masing-masing.
Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. "Aku akan
mulai duluan ya", kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya.
Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman... Ketika ia mulai
membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia
memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir.....
"Maaf, apakah aku harus berhenti ?" tanyanya. "Oh tidak, lanjutkan..."
jawab suaminya.
Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu
kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata
dengan bahagia "Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".
Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat
sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna,
dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau
cantik dan baik bagiku.
Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang.... "
Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan
cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya...
Ia menunduk dan menangis...
Dalam hidup ini, banyak sekali kita merasa dikecewakan, depressi,
dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan
hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan
pengharapan.
Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk,
mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal
yang indah di sekeliling kita? Saya percaya kita akan menjadi
orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk
hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk.
Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan
Kisah menarik 5# Ada seorang ibu yang sedang terapung di laut
karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa
demikian, ia menjawab, "Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang
pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau
berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan
anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan
berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di
surga."
Wallahu’alam!
***
Tuk jiwamu yang yang tak
pernah merasa cukup
27 Maret 2008
POST A COMMENT | VIEW COMMENT
|