|

.:: YANGMUDAYANGDIPERCAYA
::.
Itulah
barangkali judul tulisan ini yang agak berbeda dengan yang sering
saya (mungkin anda juga) dengar ketika menontonton iklan sebuah produk rokok
(klo ga salah A Mild) yang
sering muncul
di televisi. Iklan tersebut bercerita tentang seorang pemuda yang
hendak melakukan presentasi, mungkin ke sebuah perusahaan lain. Tetapi ada yang menarik dan menggelitik yang
dikedepankan di sana. Wacana tentang pemuda yang harus merubah
sedemikian rupa penampilannya menjadi orang tua oleh atasannya sendiri
agar dipercaya oleh orang lain. Karena ternyata orang tua lebih
dipercaya daripada seorang pemuda. tanya kenapa???
Hal
ini memang menjadi sebuah kenyataan besar yang sering kita lihat dalam
kehidupan sehari-hari, bahwa masyarakat ternyata lebih percaya kepada
fisik yang lebih tua, mungkin (mungkin ya) karena dianggap lebih banyak pengalaman dibandingkan pemuda dalam hal tertentu, tetapi
disis lain justru pemuda dieksplorasi habis-habisan karena dianggap
memiliki potensi dan tenaga yang lebih. Tanya kenapa?
Kita
harus mengakui memang benar bahwa orang-orang tua kita jelas lebih
berpengalaman, seperti peribahasa bilang, lebih banyak makan asam garam kehidupan.
yyuu, memang benar adanya.
Tetapi apakah usia menjadi sebuah patokan mutlak untuk menjadikan
parameter sebuah prestasi? Tua ataupun muda tak menjamin apa-apa untuk
sebuah kompetensi prestasi. Jika kita sebagai pemuda bagaimana kalau kita
ubah pernyataan iklan tersebut menjadi seperti ini "yang muda yang
dipercaya". Tanya kenapa?
Lantas,
cukupkah sampai disitu saja? Tentu tidak. Pernyataan tersebut harus
dapat kita pertanggungjawabkan. Jika kita berani mengatakan bahwa kita
dapat dipercaya, maka kita harus buktikan keseriusan tersebut.
Tanya bagaimana caranya? Tentu saja dengan meningkatkan kualitas diri kita,
kita harus Be-ru-bah, sekali lagi be-ru-bah!!!. Siapa saja yang tidak bisa beradaptasi dengan
perubahan, maka ia akan tertinggal. Pemuda adalah aset peradaban dan
dengan keberadaan pemuda, sebuah peradaban akan tetap berlanjut. Pemuda
sebagai iron stock atau cadangan masa depan, sejak saat ini harus mampu survive di era yang penuh persaingan seperti zaman sekarang. Era yang berbasis kompetensi.
Lantas
semboyan “Yang muda, yang dipercaya” kenapa tidak kita jadikan motivasi
diri untuk berfikir lebih maju? Menjadi apa pun kita, pengusaha,
karyawan, guru, atau apapun itu, semboyan tersebut dapat berlaku.
Sebagai pemuda, tentu kita harus memiliki beberapa kelebihan agar kita
dapat dipercaya. Kalau kita mengingat kisah sahabat
Rasulullah saw,
rata-rata mereka adalah orang-orang yang sangat dipercaya. Selesai
pekerjaan yang satu, sudah ada orang lain yang mencari mereka untuk
diambil jasanya. Begitu setiap harinya sehingga mereka selalu sanggup
untuk menginfaqkan rezekinya kepada orang lain tanpa takut kekurangan.
Beberapa
kelebihan tersebut dapat kita adopsi dari prinsip perubahan sebuah
perusahaan, yaitu kualitas SDM antara lain keahlian (skill), ilmu
pengetahuan dan wawasan (knowledge), serta akhlak (attitude). Ketiganya
harus kita miliki dalam proporsi yang pas. Selanjutnya pengetahuan dan
penguasaan terhadap teknologi dan sistem.
Mungkinkah kita bisa melakukan itu?
mungkin saja kenapa tidak, jika kita mau dan berusaha menjalankannya,
Sehingga suatu saat kita akan dengan mantap mengatakan, “yang muda, yang dipercaya”...
***
secara tidak disadari, ternyata saya sudah
mengiklankan rokok, meskipun saya tidak ada niat kesitu, saya hanya
ingin sedikit baerbagi pandangan saja tentang iklan tersebut, bahwa
yang muda juga bisa dipercaya. itu saja...!
18 Mei 2006
diantara pemuda yang dapat dipercaya,
ada yudi, ada ridwan, ada angga, ada juga mirvax
POST A COMENT | VIEW COMMENT
|